Free Advice :
0812 9393 2828
Pariwisata Topang Industri Perhotelan Bogor

Sektor pariwisata menjadi penopang pertumbuhan hotel di kawasan penyangga seperti Bogor. Kedatangan turis mancanegara ke Bogor, mendorong pasar perhotelan tumbuh pesat, dengan tingkat compound annual growth rate (CAGR) hotel di Bogor sebesar 40 persen selama periode enam tahun, mulai 2011 hingga 2016 mendatang.

Properti HVS melansir data Indonesia Hotel Watch, baru-baru ini menguraikan bahwa, tingkat kunjungan wisatawan domestik ke Bogor sebanyak 1,78 juta pengunjung, masing-masing 90 persen berasal dari Jakarta, 2 persen dari daerah lainnya.

Sementara itu, wisatawan mancanegara dari Singapura, Jepang, Belanda, dan Tiongkok mencapai 4 persen dan 4 persen lainnya, berasal dari negara-negara lain. Property HVS juga mengemukakan bahwa, letak Bogor yang hanya mencapai 60 kilometer dari Jakarta, mampu bersaing dengan kota penyangga lain seperti Sentul, Tangerang, Bekasi, dan Depok.

“Wilayah Bogor masih potensial untuk pasar perhotelan, dengan tingkat kunjungan wisatawan yang terus meningkat setiap tahunnya, telah mendorong confidence level (tingkat kepercayaan) investor untuk melakukan ekspansi di Bogor,” tulis Property HVS, baru-baru ini.

Adapun merek-merek hotel yang akan beroperasi hingga 2016 mendatang adalah Aston Sentul Resorts and Conference Center sebanyak 220 kamar, Holiday Inn Express Bogor (170 kamar), Ibis Bogor (120 kamar), Swissbel Hotel Pakuan Suites and Residences (180 kamar), Novotel Resort Sentul City (230 kamar), dan Park Royal Rainbow Hills Bogor (225 kamar).

Sementara itu, ada juga The Alana Sentul City sebanyak 271 kamar, Royal Tulip Gunung Geulis Bogor (200 kamar), Golden Tulip Essential Sentul (150 kamar), Harper Puncak Gate Bogor (303 kamar), Pullman Vimala Hills (250 kamar), Hyatt Regency Sentul 225 kamar. Adapun hotel baru yang sedianya beroperasi tahun lalu adalah Harris Puncak Bogor sebanyak 138 kamar dan Best Western Bogor Icon (287 kamar). (hadi)